Assalamu'alaikum Wr. Wb

Terima kasih atas kunjungan anda....

Blog sederhana ini hanya sebuah media untuk menulis buah pemikiran tentang perubahan dari sudut pandang terkecil untuk memperbaiki tatanan ekonomi dalam masyarakat. Pemikiran saya ini hanyalah sebuah kegundahan saya tentang arti sebuah kesejahteraan yang selama ini terjadi dalam masyarakat.

Kesejahteraan merupakan sebuah impian dari setiap warga negara dalam menjalani hidupnya. Pola ukur kesejahteraan dalam masyarakat selama ini hanya dilihat dari sudut pandang secara ekonomi. Hal ini akan terpengaruh terhadap berapa banyak pendapatan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk mencapai kebutuhan hidup ini, setiap orang berusaha mencapainya sejalan dengan fasilitas yang diberikan oleh pemeritah untuk mendukungya. Pasilitas pendukung yang diberikan oleh pemerintah banyak sekali, sayangnya pembuatan pasilitas tersebut hanya sebatas keharusan saja tanpa melihat seberapa banyak pengaruh fasilitas itu dapat mendukungnya. Proyek-proyek yang dibangun tidak mendukung sumber daya alam maupun manusia daerah sekitarnya yang berujung pada mubadzirnya proyek itu sendiri. Akhirnya perjuangan untuk mencapai kesejahteraan hanyalah sebuah mimpi yang berujung biaya tinggi, kekecewaan,dan keputusasaan.

Berusaha secara mandiri merupakan obat yang mujarab untuk menghapus kekecewaan dan keputusasaan. Ketidaktergantungan terhadap apa yang diberika pemerintah merupakan respon yang positif bahwa kita bisa berdiri sendiri. Ini menjadikan kita menjadi diri sendiri dan memberikan kritikan secara tidak langsung terhadap pemerintah. Marilah kita berdiri diatas kaki sendiri,,, bukan orang lain, dan bukan pemerintah.

Salam Perubahan

Abin Suarsa, SE., M.M



Minggu, 12 Agustus 2012

Inilah Perbedaan Tipis Orang Sukses dan Gagal


Orang sukses hanya butuh satu alasan untuk bisa sukses, yakni tidak ada alasan. Sedangkan orang gagal selalu mencari banyak alasan untuk membenarkan kegagalannya.

Ukuran sukses itu apa..? apakah dari banyaknya harta? apakah dari banyaknya relasi? apakah dari menterengnya jabatan..?

saya katakan ” iya bisa jadi”. Jika saja dengan banyaknya harta itu dia bisa berbuat untuk lebih baik, bisa jadi dengan relasi yang banyak itu dia bisa menyebarkan kebaikan sebanyaknya-banyaknya tidak hanya untuk dirinya dan keluarganya sendiri tapi juga untuk orang lain.


Sukses memang selalu identik dengan kaya, namun tidak hanya berhenti di kekayaan saja. Kaya yang bisa memanfaatkan untuk mengayakan orang lain. Orang kaya yang merasa masih kurang dan haus akan harta belum disebut sebagai orang sukses, orang kaya yang punya harta melimpah tujuh turunan, tapi dia tidak bisa tidur dengan tenang karena memikirkan assetnya, hartanya, tabungannya aman atau tidak, berarti dia belum disebut orang yang sukses.

Orang miskin selalu melihat orang kaya sebagai orang sukses, melihat mobil mewah, rumah megah, kekayaan melimpah, pasti orang miskin akan mengatakan “lihatlah orang itu telah sukses dalam hidupnya”. Namun orang kaya akan berbalik, melihat orang miskin yang bahagia meski hanya makan dengan ikan asin, sayur seadanya, namun bisa bercanda dengan istri dan anaknya serta mensyukuri nikmat Tuhan, maka si kaya akan berkata ” lihatlah orang miskin itu, mereka bahagia meski tidak punya harta benda, tidak seperti aku…” jadi sebenarnya perbedaan sudut pandang inilah yang menyebabkan jurang pemisah. Yang bisa menjadi jawabannya adalah tanyakanlah pada hati kita masing-masing.

Bisa jadi kita adalah orang miskin yang sukses, atau orang kaya yang sejatinya adalah miskin. Orang kaya adalah orang yang tidak lagi merasa ingin memiliki sesuatu dalam hidupnya.

Hari ini jika anda merasa gagal, tidak ada alasan bagi anda untuk mencari-cari alasan. Belajarlah mensyukuri atas semua nikmat yang telah hari ini anda dapatkan. (*DI)
Sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis.html?start=4